Friday, November 21, 2014

PROTAP/SPO RESUSITASI JANTUNG PARU (RJP)


SOP

UGD

Tanggal Terbit

………

Disetujui oleh,




Pengertian
Tindakan yang dilakukan untuk mengatasi henti nafas dan henti jantung.

Tujuan
a)         Mencegah berhentinya respirasi dan sirkulasi
b)        Memberikan bantuan eksternal terhadap sirkulasi dan ventilasi dari korban yang mengalami henti jantung / henti nafas melalui resusitasi jantung paru.

Kebijakan

Prosedur
A.  Anamnesa
Tanda-tanda kegawatdaruratan :
a)    Adanya sumbatan jalan nafas
b)   Adanya henti nafas
c)    Adanya henti jantung
d)   Adanya perdarahan
B.    Langkah – langkah pertolongan
Sebelum memulai resusitasi, tindakan pertama adalah menentukan ketidak sadaran pasien, dengan menilai respon pasien secara cepat dengan metode AVPU.
A – alert ( sadar penuh )
V – menjawab rangsang verbal ( bicara )
P – bereaksi atas rangsang nyeri ( pain )
U – tidak memberi reaksi ( unresponsive )
     PRIMARY SURVEY
Ø Segera lakukan primary survey yaitu deteksi cepat dan koreksi segera terhadap kondisi yang mengancam jiwa.
Cara pelaksanaan adalah dengan memeriksa :
a. ( Airway ) / JALAN NAFAS
1.  Lihat, Dengar, Raba ( Look, Listen, Feel )
b.  ( Breathing ) / PERNAFASAN
c. ( Circulation ) / SIRKULASI

C.    Pemeriksaan fisik
Pemeriksaan fisik secara lebih lengkap kita lakukan pada saat Secondary Survey. Bila pada saat melakukan secondary survey tiba – tiba keadaan pasien memburuk maka harus kembali melakukan primary survey.
D.    Penatalaksanaan
Penatalaksanaan lebih lanjut sesuai dengan diagnosa yang ditemukan pada saat pemeriksaan fisik.
E.     Penyuluhan

Unit terkait
Unit Gawat Darurat / UGD.




Tuesday, November 18, 2014

PROTAP KEPERAWATAN: MEMINDAHKAN PASIEN DARI BRANKARD KE TEMPAT TIDUR

STANDAR  PROSEDUR OPERASIONAL
Tanggal Terbit :


Unit Kerja :

Pengertian
:
Memindahkan pasien yang mengalami ketidakmampuan, keterbatasan, tidak boleh melakkukan sendiri,  atau tidak sadar dari brankard ke tempat tidur yang dilakukan oleh dua atau tiga orang perawat.
Tujuan
:
Memindahkan pasien dari brankard ke tempat tidur dengan tujuan untuk perawatan atau tindakan medis lainnya.
Kebijakan

:
-        Pertahankan agar kasur yang digunakan memberikan suport yanng baik bagi tubuh.
-        Yakinkan bahwa alas tidur tetap bersih dan kering, karena alas tidur yang lembab atau terlipat akan meningkatkan resiko terjadinya ulkus dekubitus.
-        Letakkan alat bantu ditempat yang membutuhkan, sesuai dengan jenis posisi
-        Jangan letakkan satu bagian tubuh diatas bagian tubuh  yang lain, terutama daerah tonjolan tulang.
Prosedur
:
A.  PERSIAPAN
1.      Persiapan Alat :
·      Tempat tidur pasien dan brankar
·      Sarung tangan jika perlu
2.      Persiapan Pasien :
·      Pasien berada di brankar
·      Jelaskan prosedur pada pasien


A.  PELAKSANAAN
1.      Atur brankar dalam posisi terkunci dengan sudut 90 derajat terhadap tempat tidur
2.      Dua atau tiga orang perawat menghadap ke brankar/pasien
3.      Silangkan tangan pasien ke depan dada
4.      Tekuk lutut anda , kemudian masukkan tangan anda ke bawah tubuh pasien
5.       Perawat pertama meletakkan tangan dibawah leher/bahu dan bawah pinggang, perawat kedua meletakkan tangan di bawah pinggang dan panggul pasien, sedangkan perawat ketiga  meletakkan tangan dibawah pinggul dan kaki.
6.      Pada hitungan ketiga, angkat pasien bersama-sama dan pindahkan ke tempat tidur pasien.
7.      Lakukan gerakan mengangkat pasien dengan gerakan yang anatomis, tidak membungkuk secara berlebihan
8.      Posisikan pasien pada posisi yang nyaman.
9.      Rapikan pasien dan bereskan alat-alat.
Cuci tangan 

KUMPULAN PROTAP: MEMINDAHKAN PASIEN DARI TEMPAT TIDUR KE KURSI RODA

STANDAR  PROSEDUR OPERASIONAL
Tanggal Terbit :


Unit Kerja :

Pengertian
:
Memindahkan pasien yang tidak dapat/tidak boleh berjalan, dilakukan dari tempat yang satu ke tempat yang lain.
Tujuan
:
  1. Mengurangi/menghindarkan pergerakan pasien sesuai dengan keadaan fisiknya
  2. Memenuhi kebutuhan konsultasi atau pindah ruangan
Kebijakan

:
Pelaksanaan dilakukan oleh petugas yang terampil
Prosedur
:
A.  PERSIAPAN
1.      Persiapan Alat :
-     Kursi roda
-     Handscun atau sarung tangan (jika perlu)
2.      Persiapan Pasien :
-     Pasien berada di tempat tidur
-     Jelaskan prosedur pada pasien
-     Atur posisi tempat tidur pasien pada posisi paling rendah, sampai kaki pasien bisa menyentuh lantai.
-     Letakkan kursi roda sejajar atau sedekat mungkin dengan tempat tidur, kunci semua roda kursi
 A.  PELAKSANAAN
1.    Bantu pasien duduk di tepi tempat tidur
2.    Kaji postural hipotensi
3.    Intruksikan pasien untuk bergerak ke depan dan duduk di tepi bed
4.    Intruksikan mencondongkan tubuh ke depan mulai dari pinggul
5.    Intruksikan meletakkan kaki yang kuat di bawah tepi bed, sedangkan kaki yang lemah berada di depannya
6.    Meletakkan tangan pasien di atas permukaan bed atau diatas kedua bahu perawat
7.    Berdiri tepat di depan pasien, condogkan tubuh ke depan, fleksikan pinggul, lutut, dan pergelangan kaki. Lebarkan kaki dengan salah satu di depan dan yang lainnya di belakang
8.    Lingkari punggung pasien dengan kedua tangan perawat
9.    Tangan otot gluteal, abdominal, kaki dan otot lengan anda siap untuk melakukan gerakan
10.                        Bantu pasien untuk berdiri, kemudian bergerak-gerak bersama menuju korsi roda
11.                        Bantu pasien untuk duduk, minta pasien untuk membelakangi kursi roda, meletakkan kedua tangan di atas lengan kursi roda atau tetap pada bahu perawat
12.                        Minta pasien untuk menggeser duduknya sampai pada posisi yang paling aman
13.                         Turunkan tatakan kaki, dan letakkan kedua kaki pasien di atasnya
Buka kunci  roda pada kursi 

KUMPULAN PROTAP: PERAWATAN KOLOSTOMI

STANDAR  PROSEDUR OPERASIONAL
Tanggal Terbit :


Unit Kerja :

Pengertian
:
Suatu tindakan merawat lubang stoma pada dinding abdomen
Tujuan
:
1.      Mengevaluasi kondisi stoma.
2.      Melindungi kulit dari drainase produk kolon.
3.      Menjaga kebersihan stoma.
4.      Mengganti balutan luka dan colostomy bag
Kebijakan

:


Prosedur
:
Persiapan Alat :.
1.      Kantong colostomy dan penjepitnya
2.      Kapas basah (NaCl 0,9% atau air hangat)
3.      Tissue
4.      Handscoen bersih dan steril
5.      Nierbeken / bengkok
6.      Kantong tempat balutan kotor
7.      Pot
8.      Gunting
9.      Handuk dan perlak/pengalas
10.  Betadine (kalau perlu untuk lecet dikulit)
11.  Set ganti balut












Pelaksanaan :
1.      Menjelaskan prosedur dan tujuannya.
2.      Memberikan privacy untuk klien.
3.      Mengatur posisi tidur klien (semifowler kalau perlu).
4.      Mengkaji kembali program/instruksi medik.
5.      Mengkaji kondisi kantong colostomy.
6.      Mengkaji adanya keluhan ketidaknyamanan/nyeri disekitar stoma.
7.      Mengkaji post operasi
8.      Mengkaji peristaltik usus.
9.      Meletakkan handuk disisi klien.
10.  Mendekatkan neirbeken/bengkok.
11.  Melepaskan colostomy bag yang sudah kotor dan meletakkannya di piala ginjal.
12.  Mengganti handscoen dengan yang bersih / steril.
13.  Membersihkan stoma dan kulit sekitarnya dengan kapas basah/NaCl.
14.  Observasi kondisi kulit, stoma dan jahitan.
15.  Mengeringkan kulit disekitar stoma.
16.  Memasang kantong colostomy yang baru.
17.  Merapikan klien dan alat-alat


Unit terkait
: Ruang Rawat inap
  Ruang kamar ICU

Dokumen
: - Form lembar catatan perkembangan terintegrasi
-   Form observasi tanda-tanda vital