Thursday, April 9, 2015

PROTAP / PROSEDURE MEMANDIKAN PASIEN DI TEMPAT TIDUR


Pengertian
Membersihkan tubuh pasien dengan air bersih dan sabun
Tujuan
1.      Membersihkan kulit dan menghilangkan bau badan
2.      Melaksanakan kebersihan perorangan
3.      Memberikan rasa nyaman
Kebijakan
Pasien yang memerlukan bantuan mandi di tempat tidur
Prosedur
Peralatan
1.         Pakaian bersih 1 stel
2.         Baskom mandi 2 buah
3.         Air panas dan dingin
4.         Waslap 2 buah
5.         Perlak dan handuk kecil 1 buah
6.         Handuk besar 2 buah
7.         Selimut mandi/kain penutup
8.         Celemek plastic
9.         Tempat tertutup untuk pakaian kotor
10.     Sabun mandi
11.     Bedak
12.     Sarung tangan bersih
13.     Pispot/urinal dan pengalas
14.     Botol cebok





A.  Tahap Pra Interaksi
1.    Melakukan verifikasi program pengobatan klien
2.    Mencuci tangan
3.    Menempatkan alat di dekat pasien dengan benar

B.  Tahap Orientasi
1.    Memberikan salam sebagai pendekatan therapeutic
2.    Menjelaskan tujuan dan prosedur tindakan pada klien/keluarga
3.    Menanyakan kesiapan klien sebelum kegiatan dilakukan

C.  Tahap Kerja
1.         Menjaga privacy
2.         Mencuci tangan
3.         Mengganti selimut klien dengan selimut mandi
4.         Melepas pakaian atas klien

                                            MEMBASUH MUKA
5.         Membentangkan perlak kecil dan handuk kecil di bawah kepala
6.         Menawarkan pasien menggunakan sabun atau tidak
7.         Membersihkan muka, telinga dengan waslap lembab lali di keringkan
8.         Menggulung perlak dan handuk

                                            MEMBASUH LENGAN
9.         Menurunkan selimut mandi kebagian perut klien
10.     Memasang handuk besar diatas dada klien secara melintang dan kedua tangan klien diletakkan diatas handuk
11.     Membasahi tangan klien dengan waslap air bersih, disabun, kemudian dibilas dengan air hangat (lakukan mulai dari ekstremitas terjauh klien)

                                 MEMBASUH DADA DAN PERUT
12.     Melepas pakaian bawah klien dan menurunkan selimut hingga perut bagian bawah, kedua tangan diletakkan diatas bagian kepala, membentangkan handuk pada sisi klien
13.     Membasuh ketiak dan dada serta perut dengan waslap basah, disabun, kemudian dibilas dengan air hangat dan dikeringkan, kemudian menutup dengan handuk.



                                        MEMBASUH PUNGGUNG
14.     Memiringkan pasien kearah perawat
15.     Membentangkan handuk di belakang punggung hingga bokong
16.     Membasahi punggung hingga bokong dengan waslap, disabun, kemudian dibilas dengan air hangat dan dikeringkan
17.     Memberi bedak pada punggung
18.     Mengembalikan ke posisi terlentang, kemudian membantu pasien mengenakan pakaian

                                          MEMBASUH KAKI
19.     Mengeluarkan kaki pasien dari selimut mandi dengan benar
20.     Membentangkan handuk dibawah kaki tersebut, menekuk lutut
21.     Membasahi kaki mulai dari pergelangan sampai pangkal paha, disabun, dibilas dengan air bersih, kemudian dikeringkan
22.     Melakukan tindakan yang sama untuk kaki yang lain

            MEMBASUH DAERAH LIPAT PAHA DAN GENITAL
23.     Membentangkan handuk dibawah bokong, kemudian selimut mandi bagian bawah dibuka
24.     Membasahi daerah lipat paha dan genital dengan air, disabun, dibilas, kemudian dikeringkan
25.     Mengangkat handuk, membantu mengenakan pakaian bawah klien
26.     Merapikan klien, ganti selimut mandi dengan selimut tidur

D.  Tahap Terminasi
1.    Mengevaluasi hasil tindakan
2.    Berpamitan dengan pasien
3.    Membereskan dan kembalikan alat ke tempat semula
4.    Mencuci tangan
5.    Mencatat kegiatan dalam lembar catatan keperawatan
Unit terkait
UGD dan Rawat Inap

Monday, April 6, 2015

KUMPULAN SOP LENGKAP: PROSEDURE PEMASANGAN KATETER URINE


Pengertian
Memasukkan selang karet atau plastik melalui uretra dan kedalam kandung kemih pada wanita
Tujuan
1.     Menghilangkan distensi kandung kemih
2.     Mengosongkan kandung kemih secara lengkap


Kebijakan

Prosedur
Persiapan alat :
  1. Bak instrument steril berisis ( Pinset anatomis, Kassa)
  2. Kateter sesuai ukuran
  3. Urine bag
  4. Sarung tangan steril
  5. Desinfektan ( alcohol/ betadine)
  6. Spuit 10 cc
  7. Jelly
  8. Plaster dan gunting
  9. Perlak,  pengalas dan Selimut.
  10. Bengkok


Penatalaksanaan :

1.      Mengatur posisi pasien dalam posisi dorcal recumbanent  dan melepaskan pakaian bawah
2.      Memasang perlak dan pengalas
3.      Memakai sarung tangan
Pada Laki-Laki
4.      Mengolesi slang kateter dengan aqua jelly
5.      Tangan kiri dengan kasa memegang penis sampai tegak + 600.
6.      Tangan kanan memasukan ujung kateter dan mendorong secara pelan-pelan sampai urine keluar.
Pada Wanita
7.      Jari tangan kiri dengan kasa membuka labia.
8.      Tangan kanan memasukan ujung kateter dan mendorong secara pelan-pelan sampai urine keluar.
9.      Bila urine telah keluar , menyambungkan pangkal kateter dengan urine bag
10.  Mengunci kateter dengan larutan aquadest sesuai ukuran.
11.  Memfiksasi kateter kearah paha
12.  Menggantungkan urine bag disisi tempat tidur


Unit terkait
Rawat Inap

Friday, March 27, 2015

PROTAP / PROSEDURE MENCUCI TANGAN STERIL

Pengertian
Mencuci tangan secara steril (suci hama) khususnya bila akan melakukan tindakan steril
Tujuan
a) Mencegah infeksi silang
b) Membebaskan kuman dan mencegah kontaminasi tangan

Kebijakan
Sebagai perlindungan terahdap tenaga medis maupun pasien dari infeksi
Prosedur
a)          Peralatan
a) Wastafel/air mengalir
b) Sabun biasa/antiseptik
c) Sikat lembut DTT
d) Spon
e) Handuk steril/lab bersih dan kering
f) Watafel/air mengalir

b)         Prosedur kerja
a)        Siapkan peralatan dan bahan yang dibutuhkan
b)        Lepaskan cincin, jam tangan dan gelang
c)        Basahi kedua tangan dengan menggunakan air mengalir sampai siku, gunakan sabun kearah lengan bawah, lakukan hal yang sama pada sebelah tangan.
d)       Bersihkan kuku dengan pembersih kuku atau sikat lembut kearah luar, kemudian bersihkan jari hingga siku dengan gerakan sirkular dengan spon. Mengulangi hal yang sama pada lengan yang lain. Lakukan selama minimal 2 menit.
e)        Membilas tangan dan lengan secara terpisah dengan air mengalir, setelah bersih tahan kedua tangan mengarah ketas sebatas siku. Jangan biarkan air bilasan mengalir ke area bersih.
f)         Menggosok seluruh permukaan kedua belah tangan, jari dan lengan bawah dengan antiseptik minimal selama 2 menit.
g)        Membilas setiap tangan dan lengan secara terpisah dengan air mengalir, setelah bersih tangan diarahkan keatas sebatas siku. Jangan biarkan air bilasan mengalir ke area tangan.
h)        Menegakkan kedua tangan kearah atas dan jauhkan dari badan, jangan sentuh permukaan atau benda apapun.
i)          Mengeringkan tangan menggunakan handuk steril atau diangin-anginkan. Keringkan tangan mulai dari ujung jari sampai dengan siku. Untuk tangan yang berbeda gunakan sisi handuk yang berbeda.

Unit terkait
Rawat Jalan, UGD

Wednesday, February 18, 2015

PROTAP MENCUCI TANGAN BERSIH

Pengertian
Membersihkan tangan dari segala kotoran dimulai dari ujung jari sampai siku dan lengan dengan cara tertentu sesuai kebutuhan.
Tujuan
a)        Membebaskan tangan dari kuman dan mencegah kontaminasi
b)        Memindahkan angka maksimum kulit dari kemungkinan adanya
organisme patogen.
c)        Mencegah atau mengurangi peristiwa infeksi
d)       Memelihara tekstur dan integritas kulit tangan dengan tepat.
Kebijakan
Sebagai perlindungan terahdap tenaga medis maupun pasien dari infeksi
Prosedur
A.     Peralatan
a) Wastafel/air mengalir
b) Sabun biasa/antiseptic
c)  Watafel/airmengalir
B.       Prosedur kerja
1)      Siapkan peralatan dan bahan yang dibutuhkan (air yang mengalir). Air mengalir membantu menyingkirkan mikroorganisme
2)      Singsingkan lengan baju seragam yang panjang diatas pergelangan tangan Anda. Memberikan akses ke jari-jari, tangan dan lengan
3)      Lepaskan perhiasan dan jam tangan. Menggunakan cincin dapat meningkatkan mikroorganisme pada tangan (Meeker, Rothrock, 1995)
4)      Periksa adanya luka atau abrasi pada lengan dan jari. Area inflamasi atau luka pada kulit dapat menjadi tempat mikroorganisme
5)      Basahi kedua tangan sampai ke siku dengan air yang mengalir. Jaga tangan dan lengan bawah berada lebih rendah dari siku selama prosedur dilakukan. Tangan menjadi bagian yang paling bersih dari ekstremitas atas
6)      Oleskan 1 ml sabun cair biasa atau 3 ml sabun cair antiseptik pada tangan dan gosok sampai berbusa. Jika menggunakan sabun batangan, pegang dan gosok sampai berbusa. Jumlah bakteri berkurang secara signifikan pada tangan jika digunakan 3-5 sabun antimikrobial (Larsen, 1987)
7)      Bersihkan kedua tangan dan jari selama 10-15 detik. Gesekan dan gosokkan mekanik mengangkat kotoran dan bakteri. Sabun antimikribial harus kontak dengan kulit selama sedikitnya 10 detik (Garner, 1985)
8)      Bersihkan punggung tangan kanan dan kiri dengan gerakan memutar secara bergantian
9)      Bersihkan sela jari kanan dan kiri dengan menyilangkan jari-jari kedua tangan secara bergantian. Menjalin jari-jari dan ibu jari memastikan bahwa semua permukaan dibersihkan
10)  Bersihkan punggung jari kanan dan kiri secara bergantian
11)  Bersihkan ibu jari kanan dan kiri secara bergantia
12)  Bersihkan ujung jari kanan dan kiri pada telapak tangan secara bergantian
13)  Jika area di bawah jari-jari kotor tambahkan sabun atau disikat dengan sikat kuku. Penyikatan kotoran di bawah kuku dapat mengurangi mikroorganisme pada tangan
14)  Bilas kedua tangan secara menyeluruh, jaga tangan diatas dan siku tetap dibawah. Pembilasan secara mekanik dapat membersihkan kotoran dan mikroorganisme. Mengeringkan tangan mencegah kulit pecah-pecah da kasar
15)  Gunakan handuk bersih dan kering untuk mengeringkan tangan, gerakan dari jari ke siku. Keringkan dengan gerakan melingkar
16)  Tutup kran dengan menggunakan handuk atau tissu. Mencegah kontaminasi tangan

Tuesday, December 23, 2014

PROTAP RUJUKAN PASIEN

Pengertian
1.    Pasien Dirujuk adalah pasien yang atas pertimbangan dokter / perawat / bidan memerlukan pelayanan di RS baik untuk diagnostik penunjang atau terapi.

Tujuan
Sebagai acuan penatalaksanaan pengantaran rujukan  sampai rumah sakit tujuan dengan cepat dan aman

Kebijakan

Prosedur
1.      Petugas UGD / Rawat Inap  menyatakan pasien perlu rujukan
2.      Petugas UGD / Rawat Inap  menjelaskan dan meminta persetujuan kepada keluarga pasien untuk dirujuk.
3.      Keluarga pasien setuju.
4.      Petugas UGD / Rawat Inap membuat surat rujukan
5.      Petugas UGD / Rawat Inap membuat rincian biaya pasien pulang dan biaya penggunaan ambulan (untuk pasien rawat inap atau pasien UGD yang sudah diberikab terapi, bagi pasien UGD yang tidak mendapat terapi cukup membayar biaya ambulan saja)
6.      Keluarga pasien membayar dan menerima kwitansi dan surat rujukan
7.      Petugas UGD / Rawat Inap menerima pembayaran
8.      Petugas UGD / Rawat Inap mempersiapkan kesiapan pasien dan Petugas UGD/rawat inap yang lain segera menghubungi sopir Ambulan.
9.      Sopir menyiapkan ambulan (jika sudah siap sopir segera menghubungi petugas UGD bahwa ambulan sudah siap)
10.  Petugas UGD / Rawat Inap  mendampingi dan mengantarkan pasien ke tempat tujuan dengan ambulan.
11.  Setelah selasai mengantarakan dan kembali ke Rumah Sakit Petugas UGD / Rawat Inap menulis laporan kegiatan pada buku kegiatan UGD / Rawat Inap
Unit terkait
Rawat Inap, Petugas Ambulan/ sopir ambulan

PROTAP / ALUR MERUJUK PASIEN AMBULANCE

Pengertian
1.         Ambulans adalah kendaraan yang digunakan untuk mengantar, menjemput dan membantu keperluan orang sakit atau jenazah.
2.          Pasien Dirujuk adalah pasien yang atas pertimbangan dokter / perawat / bidan memerlukan pelayanan di RS baik untuk diagnostik penunjang atau terapi.

Tujuan
Sebagai acuan penatalaksanaan pengantaran rujukan  sampai rumah sakit tujuan dengan cepat dan aman

Kebijakan
1.        Sopir bertanggung jawab atas kesiapan mobil dan keselamatan dalam perjalanan.
2.        Ambulan harus dikemudikan oleh sopir ambulan (jika berhalangan digantikan oleh sopir yang sudah ditunjuk ).
3.        Ambulan Rumah Sakit Gigi dan Mulut Pendidikan memberikan pelayanan 24 jam.
Prosedur
1.      Petugas UGD / Rawat Inap  menyatakan pasien perlu rujukan
2.      Petugas UGD / Rawat Inap  menjelaskan dan meminta persetujuan kepada keluarga pasien untuk dirujuk.
3.      Keluarga pasien setuju.
4.      Petugas UGD / Rawat Inap membuat surat rujukan
5.      Petugas UGD / Rawat Inap membuat rincian biaya pasien pulang dan biaya penggunaan ambulan (untuk pasien rawat inap atau pasien UGD yang sudah diberikan terapi, bagi pasien UGD yang tidak mendapat terapi cukup membayar biaya ambulan saja)
6.      Keluarga pasien membayar dan menerima kwitansi dan surat rujukan
7.      Petugas UGD / Rawat Inap menerima pembayaran
8.      Petugas UGD / Rawat Inap mempersiapkan kesiapan pasien dan Petugas UGD/rawat inap yang lain segera menghubungi sopir Ambulan.
9.      Sopir menyiapkan ambulan (jika sudah siap sopir segera menghubungi petugas UGD bahwa ambulan sudah siap)
10.  Petugas UGD / Rawat Inap  mendampingi dan mengantarkan pasien ke tempat tujuan dengan ambulan.
Setelah selasai mengantarakan dan kembali ke Rumah Sakit Petugas UGD / Rawat Inap menulis laporan kegiatan pada buku kegiatan UGD / Rawat Inap
Unit terkait
Rawat Inap, Petugas Ambulan/ sopir ambulan