Monday, October 6, 2014

Protap / SOP Pemeriksaan Fisik Jantung

Pemeriksaan Fisik Jantung (SOP)



Tujuan
Mengetahui kondisi jantung

Tahap Preinteraksi
1. Baca catatan keperawatan
2. Siapkan alat-alat, perawat memakai jas dan masker :
-          Stetoskop
3. Cuci tangan

Tahap Orientasi
1. Berikan salam, panggil klien dengan namanya
2. Jelaskan tindakan yang akan dilakukan

Tahap Kerja
1. Mengatur posisi pasien
2. Palpasi
-          Daerah aorta : ICS II kanan sternal
-          Daerah pulmonal : ICS II kiri sternal
-          Erb’s point : ICS III kiri sternal
-          Daerah trikuspidalis : ICS V bawah sternal
-          Daerah mitral : ICS V kiri MCL
3. Auskultasi
-          Pada daerah aorta, pulmonal, erb’s point, trikuspidal, mitral
-          Bunyi jantung I (S1:LUB)
-          Bunyi jantung II (S2:DUB)
4. Heart rate : 60-1000/menit, teratur

Tahap Terminasi
1. Evaluasi hasil tindakan
2. Akhiri kegiatan dengan merapikan pasien dan peralatan dikembalikan setempat semula
3. Cuci tangan

Dokumentasi
1. Catat hasil tindakan dalam catatan keperawatan

Reference :
Ribek, Nyoman, dkk. 2011.Buku Pintar Bimbingan Laboratorium dan Klinik Keperawatan Anak. Denpasar: Departemen Keperawatan Anak Poltekkes Denpasar.

Sunday, October 5, 2014

Protap / SOP Menyusui

Protokol Keterampilan Teknik Menyusui Bayi




Tujuan
Memperlancar Pemberian ASI
Tahap Preinteraksi
1.      Baca catatan keperawatan
2.      Siapkan alat-alat
3.      Cuci tangan
Tahap Orientasi
1.      Berikan salam, panggil klien dengan namanya
2.      Jelaskan prosedur dan tujuan tindakan pada klien dan keluarga
Tahap Kerja
1.      Beri kesempatan klien bertanya sebelum tindakan dimulai
2.      Pastikan privacy klien terjaga
3. Anjurkan klien menggendong bayinya, kemudian duduk bersandar dengan kaki bertopang (tidak menggantung)
4.      Anjurkan klien untuk membuka penutup penutup payudaranya
5.      Posisikan bayi sejajar dengan payudara (kepala dan badan bayi bersentuhan dengan tubuh klien)
6.      Tekan perlahan dagu bayi dan arahkan ke putting susu klien, hingga bayi mencari putting susu
7.      Masukkan seluruh putting susu hingga aerola ke mulut bayi (di atas lidah)
8.    Gunakan ibu jari untuk menekan bagian atas payudara sedangkan jari lainnya menopang payudara bagian bawah
9.      Pertahankan kontak mata selama proses menyusui
10.  Masukkan jari kelingking kesalah satu sudut mulut bayi apabila akan menghentikan pemberian asi
11.  Sendawakan bayi (Bayi diposisikan pronasi lalu ditepuk-tepuk bagian punggungnya)
Tahap Terminasi
1.      Evaluasi perasaaan klien
2.      Simpulkan hasil kegiatan
3.      Lakukan kontrak untuk kegiatan selanjutnya
4.      Akhiri kegiatan
5.      Cuci tangan
Dokumentasi
1.      Catat hasil tindakan dalam catatan keperawatan

Protap / SOP Lumbal Fungsi Pada Bayi

Lumbal Fungsi pada Bayi (SOP)


Tujuan
Menegakkan diagnose

Tahap Preinteraksi
1.      Baca catatan keperawatan
2.      Siapkan alat-alat
3.      Cuci tangan

Tahap Orientasi
1.      Berikan salam, panggil klien dengan namanya
2.      Jelaskan tindakan yang akan dilakukan

Tahap Kerja
1.      Turunkan pakaian bawah sampai tidak menutupi daerah lumbal L3-L5 dan baju dikeataskan. Pada bayi daerah bokong ditutup dengan popok
2.      Posisi tidur pasien dimiringkan kekiri atau kekanan, kedua tangan dimasukkan diantara kedua kaki, kemudian menekuk bagian tekuk dan lutut , sampai lutut dan dagu hampir bertemu
3.      Punksi lumbal dilakukan oleh dokter
4.      Daerah yang akan ditusuk didesinfeksi dengan yodium, kemudian dengan kapas alcohol, tunggu sampai kering
5.      Pada waktu dokter memasukkan jarum punksi, kepala pasien ditekan, jika liquor sudah keluar, tekanan dilepas, kepala hanya ditahan saja
6.      Setelah liquor keluar, perawat melakukan : perawat mengukur tekanan liquor, memasukkan cairan cerebro spinalis satu sampai dua tetes, kedalam tabung none dan pandy, menampung liquor kedalam botol kecil untuk bahan pemeriksaan
7.      Setelah liquor yang keluar dianggap cukup, dokter mencabut jarum pungsi
8.      Bekas tusukan ditekan dengan lidi kapas betadine, kemudian ditutup dengan kain kasa lalu diplester
9.      Botol yang berisi cairan cerebro spinalis diberi etiket dan segera dikirim ke laboratorium

Tahap Terminasi
1.      Evaluasi perasaan klien
2.      Simpulkan hasil tindakan
3.      Lakukan kontrak untuk kegiatan selanjutnya
4.      Akhiri kegiatan dengan merapikan pasien dan peralatan dikembalikan ketempat semula
5.      Cuci tangan

Dokumentasi
Catat hasil tindakan dalam catatan keperawatan

Reference :
Ribek, Nyoman, dkk. 2011.Buku Pintar Bimbingan Laboratorium dan Klinik Keperawatan Anak. Denpasar: Departemen Keperawatan Anak Poltekkes Denpasar.

Thursday, October 2, 2014

PROTAP / SOP PEMBERIAN MAKAN BAYI MELALUI NGT

Memberi Makan Bayi Melalui NGT (SOP)


Tujuan
Memenuhi kebutuhan nutrisi bayi

Tahap Preinteraksi
1.      Baca catatan keperawatan
2.      Siapkan alat-alat
3.      Cuci tangan

Tahap Orientasi
1.      Berikan salam, panggil klien dengan namanya
2.      Jelaskan tindakan yang akan dilakukan

Tahap Kerja
1.      Pasang alas dada pada bayi
2.      Bayi disiapkan dalam posisi kepala lebih tinggi dari badan, misalnya menggunakan bantal
3.      Bila pemberian cairan dilakukan melalui hidung, maka lubang hidung harus dibersihkan dahulu
4.      Pipa penduga lambung diukur dari epigastrium sampai kehidung, kemudian membelok ketelinga, selanjutnya pipa penduga lambung diberi tanda
5.      Ujung pipa dilicinkan dengan air atau pelicin lainnya
6.      Bagian pangkal pipa diklem atau dilipat, tutup dengan jari dan ujungnya dimasukkan melalui hidung sampai batas yang diberi tanda, perhatikan keadaan bayi adakah tanda sesak
7.      Periksa apakah pipa betul masuk kedalam lambung, caranya dengan mengisap cairan lambung menggunakan spuit. Pastikan bahwa yang keluar cairan lambung caranya dengan melihat warna cairan
8.      Corong atau spuit dipasang pada pangkal pipa
9.      Tuangkan sedikit air matang, klem pipa dibuka kemudian cairan dimasukkan melalui pinggir corong, selama pemberian cairan corong ditutup dengan kasa steril untuk mencegah kontaminasi
10.  Bila cairan sudah habis, tuangkan sedikit air matang untuk membilas cairan
11.  Bila pipa dipasang secara menetap, pangkal pipa diklem atau dilipat dan diikat setelah itu difiksasi pada dahi dengan plester

Tahap Terminasi
1.      Evaluasi perasaan klien
2.      Simpulkan hasil tindakan
3.      Lakukan kontrak untuk kegiatan selanjutnya
4.      Akhiri kegiatan dengan merapikan pasien dan peralatan dikembalikan ketempat semula
5.      Cuci tangan
Dokumentasi
Catat hasil tindakan dalam catatan keperawatan

Reference :
Ribek, Nyoman, dkk. 2011.Buku Pintar Bimbingan Laboratorium dan Klinik Keperawatan Anak. Denpasar: Departemen Keperawatan Anak Poltekkes Denpasar.

KUMPULAN PROTAP KEPERAWATAN

Daftar protap keperawatan :


  1. Pengukuran suhu
  2. Pemeriksaan denyut
  3. Pemeriksaan pernafasan
  4. Pemeriksaan tekanan darah
  5. Menyiapkan tempat tidur terbuka dan tertutup
  6. Merawat kulit pada daerah tertekan
  7. Merawat rambut
  8. Merawat gigi dan mulut
  9. Merawat kuku
  10. Melakukan higiene vulva
  11. Memandikan pasien
    1. kateter nasal
    2. kanul nasal
    3. masker oksigen
    1. drainage postural
    2. clapping dan vibrasi
  12. Melakukan penghisapan lendir
  13. Melakukan pemberian nutrisi melalui oral
  14. Melakukan pemberian nutrisi melalui pipa lambung
  15. Melakukan pemberian nutrisi parenteral
  16. Melakukan pemberian cairan melalui infus
  17. Melakukan tranfusi darah
  18. Menghitung balans cairan
  19. Memenuhi kebutuhan defekasi menggunakan pispot
  20. Memberikan huknah rendah
  21. Memberikan huknah tinggi
  22. Melakukan pemberian gliserin per rektal
  23. Mengevakuasi feses secara manual
  24. Memenuhi kebutuhan berkemih menggunakan urinal
  25. Melakukan kateterisasi perkemihan
    1. Pemasangan kateter perkemihan pria
    2. Pemasangan kateter perkemihan wanita
  26. Memasang kondom kateter
  27. Membantu pasien duduk ditempat tidur
  28. Mengatur posisi ditempat tidur
    1. posisi sim
    2. posisi trendelenberg
    3. posisi dorsal recumbent
    4. posisi genu pectoral (knee chest)
  29. Memindahkan pasien dari tempat tidur ke kursi roda
  30. Memindahkan pasien oleh dua/tiga perawat
  31. Membantu pasien berjalan
  32. Membantu pasien melakukan mobilisasi (latihan rentang gerak)
    1. Fleksi dan ekstensi pergelangan tangan
    2. Fleksi dan ekstensi siku
    3. Pronasi dan supinasi lengan bawah
    4. Abduksi dan adduksi bahu
    5. Rotasi bahu
    6. Fleksi dan ekstensi jari-jari
    7. Infersi dan effersi kaki
    8. Fleksi dan ekstensi pergelangan kaki
    9. Fleksi dan ekstensi lutut
    10. Rotasi pangkal paha
    11. Abduksi dan adduksi pangkal paha
  33. Melakukan teknis masase
  34. Melakukan kompres panas basah
  35. Melakukan kompres dingin basah
  36. Melakukan rendam secara benar
    1. Rendam tangan dan kaki
    2. Rendam gluteal
    3. Rendam seluruh bagian tubuh
  37. Mencuci tangan dengan benar
    1. Mencuci tangan biasa
    2. Mencuci tangan dengan desinfektas
    3. Mencuci tangan steril
  38. Menggunakan sarung tangan
  39. Menggunakan masker
  40. Perawatan luka
  41. Perawatan luka dekubitus
  42. Pembalutan
  43. Pemberian obat:
    1. Pemberian obat melalui oral
    2. Pemberian obat melalui intracutan
    3. Pemberian obat melalui subcutan
    4. Pemberian obat melalui intra vena langsung
    5. Pemberian obat melalui wadah cairan intra vena
    6. Pemberian obat melalui intramuskular
    7. Pemberian obat melalui anus/rektum
    8. Pemberian obat melalui vagina
    9. Pemberian obat topikal: pada kulit
    10. Pemberian obat topikal: pada mata
    11. Pemberian obat topikal: pada telinga
    12. Pemberian obat topikal: pada hidung
  44. Prosedur dan pemeriksaan khusus:
    1. Pengambilan sampel darah vena untuk pemeriksaan
    2. Pengambilan sampel darah arteri untuk pemeriksaan
    3. Pemeriksaan hemoglobin cara sahli
    4. Pemeriksaan golongan darah dengan kacva obyek

Wednesday, October 1, 2014

PROTAP / SOP Pengambilan Darah Vena

Protokol Keterampilan Pengambilan Darah Vena




           Tahap Preinteraksi
1.      Baca catatan keperawatan
2.      Siapkan alat-alat
3.      Cuci tangan 
Tahap Orientasi
1.      Berikan salam, panggil klien dengan namanya
2.      Jelaskan tindakan yang akan dilakukan
Tahap kerja
1.      Pasang kain pengalas daerah yang akan ditusuk
2.      Raba vena yang akan ditusuk
3.      Pasang karet pembendung pada lengan atas
4.      Anjurkan pasien mengepalkan tangan
5.      Permukaan kulit yang akan ditusuk didesinfeksi dengan kapas alcohol tunggu sampai kering
6.      Tegakkan kulit diatas vena supaya vena tidak bergerak
7.      Tusukkan jarum ke dalam vena, Tarik penghisap dengan perlahan sampai darah masuk kedalam tabung spuit
8.      Lepaskan karet pembendung dan kepalan tangan pasien dibuka
9.      Jarum dicabut dengan spuitnya dan bekas tusukan ditekan dengan kapas alcohol sampai darah tidak keluar kemudian diplester
10.  Darah dimasukkan kedalam botol yang tersedia dengan posisi botol agak dimiringkan, serta penyemprotan darah kedalamnya tidak terlalu keras
11.  Jarum dilepaskan, pengisap spuit dikeluarkan, kemudian jarum, spuit dan pengisapnya diletakkan kedalam mangkok
Tahap Terminasi
1.      Evaluasi perasaan pasien
2.      Rapikan pasien dan kembalikan peralatan
3.      Cuci tangan
Dokumentasi
1.      Catat tindakan dalam catatan keperawatan

Reference :
Ribek, Nyoman, dkk. 2011.Buku Pintar Bimbingan Laboratorium dan Klinik Keperawatan Anak. Denpasar: Departemen Keperawatan Anak Poltekkes Denpasar.

PROTAP / SOP Memberikan Cairan Melalui Wing Needle

Memberikan Cairan Melalui Wing Needle (SOP)


Tujuan
Memperlancar pengobatan
Tahap Orientasi
1. Baca catatan keperawatan 
2. Siapkan alat-alat
3. Cuci tangan

Tahap Orientasi
1. Berikan salam, panggil klien dengan namanya
2. Jelaskan tindakan yang akan dilakukan

Tahap Kerja
1. Pasien dibedong dan ditidurkan terlentang
2. Kain pengalas dipasang dibawah anggota tubuh yang akan dipasang infus (bayi dibawah kepala)
3. Daerah yang akan ditusuk dicukur dan dibersihkan
4. Botol cairan digantung, tutup botol didesinfeksi dengan kapas alkohol, lalu tusukkan selang udara, kemudian selang infus dipasang dan disambungkan dengan jarum bersayap
5. Tutup jarum dibuka, cairan dialirkan keluar, sehingga tidak ada udara dalam selang infus, selanjutnya diklem dan jarum ditutup kembali
6. Daerah kulit yang akan ditusuk didesinfeksi dengan kapas alkohol, lalu jarum disuntikkan ke vena dengan lubang jarum menghadap ke atas
7. Bila berhasil maka darah akan masuk kedalam selang dan klem dilonggarkan untuk melihat kelancaran tetesan
8. Bila tetesan lancar, jarum difiksasi dengan cara : pasang plester I sepanjang jarum ditusukkan, pasang plester II melintang diatas jarum, pasang plester III dibawah sayap jarum dan dibelitkan dari kanan kekiri /sebaliknya melampaui jarum
9. Dibawah sayap jarum diberi kasa untuk penahan
10. Selang diatur membentuk huruf U lalu diplester
11. Cairan tetesan infus diatur sesuai kebutuhan

Tahap Terminasi
1. Evaluasi perasaan klien
2. Simpulkan hasil tindakan
3. Lakukan kontrak untuk kegiatan selanjutnya
4. Akhiri kegiatan dengan merapikan pasien dan peralatan dikembalikan ketempat semula
5. Cuci tangan

Dokumentasi
1. Catat hasil tindakan dalam catatan keperawatan
Reference :
Ribek, Nyoman, dkk. 2011.Buku Pintar Bimbingan Laboratorium dan Klinik Keperawatan Anak. Denpasar: Departemen Keperawatan Anak Poltekkes Denpasar.